Artikel Pengabdian
Pengembangan Literasi Digital dan Kreativitas Siswa SMPIT Nurul Fikri Sukorejo Gandusari Trenggalek Melalui Pelatihan Canva dan Lomba Poster Digital
- Siswahyudianto ✉ — UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung ORCID
- Terbitan
- Vol. 1 No. 1 (2026)
- Terbit
- 1 Oktober 2026
Unduh PDF
0 kali dilihat
· 0 kali diunduh
Abstrak
Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan siswa SMPIT Nurul Fikri Sukorejo, Trenggalek, melalui pelatihan Canva dan lomba poster digital sebagai strategi penguatan literasi digital dan kreativitas di era transformasi pendidikan digital. Dengan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif, program ini melibatkan 12 siswa kelas VIII, 2 guru pendamping, dan 1 koordinator lomba sebagai mitra pelaksana. Kegiatan dilaksanakan dalam lima tahapan: persiapan, pelatihan Canva berbasis proyek (8 sesi), pendampingan karya, lomba poster, serta pemantauan-evaluasi melalui observasi, umpan balik, dan dokumentasi artefak.
Hasil menunjukkan tiga pencapaian utama: peningkatan signifikan keterampilan desain digital siswa dengan kemampuan memproduksi poster asli menggunakan Canva secara mandiri; terbentuknya ekosistem kolaboratif siswa-guru-tim pengabdi sebagai katalisator kreativitas; serta integrasi nilai keislaman dan kearifan lokal Trenggalek dalam konten poster, membuktikan literasi digital dapat dikembangkan tanpa mengabaikan konteks sosio-kultural dan moral.
Secara teoritis, program mengkonfirmasi relevansi konstruktivisme sosial Vygotsky dalam pendidikan digital abad ke-21, di mana pembelajaran efektif terjadi melalui interaksi sosial, scaffolding, dan aktualisasi karya nyata. Implikasi praktisnya mencakup rekomendasi bagi guru untuk merancang pembelajaran berbasis proyek yang menekankan iterasi desain, umpan balik konstruktif, dan refleksi kritis. Dari sisi kebijakan, hasil yang mendorong alokasi sumber daya tidak hanya pada infrastruktur teknologi, tetapi juga pengembangan kapasitas guru sebagai fasilitator kreativitas digital yang kontekstual dan bernilai moral. Strategi yang diinginkan dirancang melalui penyampaian modul pelatihan, pelatihan fasilitator lokal, dan rekomendasi pembentukan klub desain digital. Untuk replikasi dalam konteks lain, disarankan mengadaptasi pendekatan ini dengan mempertimbangkan karakteristik lokal, ketersediaan sumber daya, dan komitmen jangka panjang pihak sekolah
Hasil menunjukkan tiga pencapaian utama: peningkatan signifikan keterampilan desain digital siswa dengan kemampuan memproduksi poster asli menggunakan Canva secara mandiri; terbentuknya ekosistem kolaboratif siswa-guru-tim pengabdi sebagai katalisator kreativitas; serta integrasi nilai keislaman dan kearifan lokal Trenggalek dalam konten poster, membuktikan literasi digital dapat dikembangkan tanpa mengabaikan konteks sosio-kultural dan moral.
Secara teoritis, program mengkonfirmasi relevansi konstruktivisme sosial Vygotsky dalam pendidikan digital abad ke-21, di mana pembelajaran efektif terjadi melalui interaksi sosial, scaffolding, dan aktualisasi karya nyata. Implikasi praktisnya mencakup rekomendasi bagi guru untuk merancang pembelajaran berbasis proyek yang menekankan iterasi desain, umpan balik konstruktif, dan refleksi kritis. Dari sisi kebijakan, hasil yang mendorong alokasi sumber daya tidak hanya pada infrastruktur teknologi, tetapi juga pengembangan kapasitas guru sebagai fasilitator kreativitas digital yang kontekstual dan bernilai moral. Strategi yang diinginkan dirancang melalui penyampaian modul pelatihan, pelatihan fasilitator lokal, dan rekomendasi pembentukan klub desain digital. Untuk replikasi dalam konteks lain, disarankan mengadaptasi pendekatan ini dengan mempertimbangkan karakteristik lokal, ketersediaan sumber daya, dan komitmen jangka panjang pihak sekolah